Artikel Terbaru :

Rio: Pembalap F1 Anggap GP2 Lebih Sulit Daripada F1

Selasa, 20 Maret 2012


detikSport/Meylan Fredy Ismawan
Jakarta - Turun di ajang GP2 dianggap jadi pilihan tepat untuk Rio Haryanto sebelum mencicipi kompetisi Formula 1. Dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi, GP2 akan membuat Rio jadi pebalap yang lebih tangguh.


Setelah dua musim berkompetisi di GP3, tahun ini Rio naik kelas ke GP2. Dia bergabung dengan Tim Marussia Carlin dan akan berpartner dengan pebalap Inggris, Max Chilton. Seri pertama yang akan dihadapinya adalah GP Malaysia di Sirkuit Sepang, 23 Maret mendatang.

"GP2 yang seri pertamanya akan berlangsung di Malaysia dalam beberapa hari lagi adalah kelas yang sangat kompetitif. Persaingan di antara 26 pebalap sangat ketat. Terbukti dalam sesi tes pramusim kemarin perbedaan waktu sangat ketat sekali," ungkap Rio dalam jumpa pers di Hotel Four Seasons, Selasa (20/3/2012) siang WIB.

"Lawan-lawan yang akan saya hadapi sangat tangguh sekali. Mereka punya pengalaman 3-4 tahun lebih banyak daripada saya," sambungnya.

Diakui Rio, mobil GP2 sangat berbeda dengan GP3 atau AutoGP yang juga sempat dijajalnya tahun lalu. Oleh karena itu, dia butuh waktu untuk belajar dan menyesuaikan diri.

"Perbedaan dari GP3 ke GP2 tentu dari segi mesin, horse power-nya hampir tiga kali lipat lebih besar. Di GP3 250 horse power, sedangkan di GP2 650 horse power. Saat pertama menjajal mobil GP2, saya kaget dengan speed-nya. Benar-benar di luar dugaan saya," jelasnya.

"Akselerasinya sangat cepat. Saya harus ganti gigi kurang dari sedetik. Jadi, sangat kencang sekali," imbuh pemuda berusia 19 tahun ini.

"Perbedaan lainnya adalah dari segi pitstop. Karena balapan GP2 ini long distance, satu jam balap di race pertama. Kita harus masuk pit dan ganti ban. Kita harus menyusun strategi kapan harus masuk dan ganti ban. Itu sangat krusial sekali di race pertama."

"Sementara itu, kalau perbedaan GP2 dan AutoGP, AutoGP lebih kencang daripada GP3. Jadi, AutoGP ada di tengah-tengah antara GP3 dan GP2."

"Selain itu GP2 memakai ban Pirelli. Banyak pebalap F1 yang kesulitan memakai ban ini karena grip level-nya sangat low. Oleh karena itu, kita harus mencari yang maksimal dari mobil."

Rio menjelaskan, mobil GP2 yang akan dikendarainya juga lebih menyulitkan dibanding mobil F1. Dengan teknologi yang tak secanggih F1, mobil GP2 juga belum didukung power steering.

"GP2 ini secara fisik sangat sulit sekali. Sangat tough. Banyak pebalap F1 yang bilang GP2 ini lebih sulit daripada F1 karena tidak memakai power steering. Sementara di F1 power steering, jadi lebih ringan," urainya.

"Jadi, di GP2 ini sangat berat sekali. Di tes pramusim kemarin saya sudah menjajal 60-70 lap per hari. Latihan fisik saya dari situ. Kemarin saya membiasakan badan saya dengan mobil GP2 ini," ucap Rio.

"Di tes kemarin saya selalu mendapatkan progress. Tes yang di Jerez saya sempat kesulitan, tapi di Barcelona saya mulai percaya diri dengan mobil," tutupnya.

( mfi / a2s ) 
http://sport.detik.com
Share this Article on :

1 komentar:

Anonim mengatakan...

kasian si Rio. gak punya kemampuan aja, berhoax ria. Kalo pebalap F1 anggap gp2 lebih susah dari F1, kenapa si lewis hamilton yang merupakan juara dunia GP2 2 kali tak terkalahkan masih lebih kerepotan di F1 daripada saat dia maen di GP2?? Huhh dasar tukang boong si Rio. Hoaxx.

Eh Rio, mendingan tunjukkin kemampuan loh di GP2, bukan tunjukkin kebohongan dan besar mulut loh di GP2. Uh dasar bocah pembohong. Palingan loh cuma jadi pebalap kacangan gak laku doang.

Poskan Komentar

See RIZK Project Channel on Youtube!

 

© Copyright ATOM Studios2012 | Dipakai Oleh Muhammad Rizki Utama | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.