Artikel Terbaru :
Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Tampilkan postingan dengan label Football. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Football. Tampilkan semua postingan

10 Klub Sepakbola dengan Kerjasama Sponsor Termahal

Jumat, 04 Januari 2013


Givemefootball.com ( 30/7) melansir, kerjasama antara raksasa otomotif dan raksasa sepak bola ini menyepakati kontrak senilai 20 juta euro per tahun atau setara dengan Rp240 miliar nyaris sama dengan nilai kontrak yang diterima Manchester Unted dengan perusahaan asuransi ION yang kini menjadi sponsor mereka.

Angka yang cukup fantastis tentunya bagi kerjasama Manchester United dan Chevrolet. Manchester United tidak sendirian, Liverpool dengan Standard Chartered dan Manchester City dengan Etihad juga melakukan kerjasama dengan nilai kontrak yang hampir sama yaitu sekitar 20 juta euro.

Tapi, pamor Liga Inggris yang terkesan mewah, tidak berarti mereka adalah klub-klub dengan nilai kontrak tertinggi dengan para sponsor. Barcelona justru menjadi yang nomor satu. 

Nilai kontrak sebesar 25 juta euro (Rp300 miliar) bersama Qatar Foundation menjadikan klub Spanyol ini sebagai klub dengan nilai kontrak tertinggi.

Posisi kedua juga ditempati klub non Inggris, yakni Bayern Munich. Berikut 10 besar klub sepak bola dengan nilai kontrak tertinggi bersama sponsornya: 

1. Barcelona - 25 juta euro (Qatar Foundation)

2. Bayern Munich - 23.6 juta euro (Deutche Telekom)
3. Manchester United - 20 juta euro (Aon)

4. Liverpool - 20 juta euro (Standard Chartered)
5. Manchester City - 20 juta eruo (Etihad Airways)

6. Sunderland - 20 juta euro (Invest in Africa)
7. Real Madrid - 16.8 juta euro (Bwin)
8. Chelsea - 13.8 juta euro (Samsung)
9. Tottenham Hotspur - 10 juta euro (Autonomy & Investec)

10. AC Milan - 10 juta euro (Emirates)

Sumber : http://www.surgaberita.com

Fuleco, Maskot FIFA Piala Dunia Brasil 2014

Inilah Fuleco, Maskot Piala Dunia Brasil 2014
Resmi sudah apa nama yang dipilih FIFA untuk maskot Piala Dunia 2014. Nama tersebut adalah Fuleco, yang merupakan akronim dari kata 'futebol' (sepakbola dalam bahasa Brasil) dan 'ecologia' (ekologi).

Sebelumnya ada dua nama, yakni "Zuzeco" dan "Amijubi", yang juga menjadi kandidat nama maskot tersebut. Setelah dilakukan polling online yang melibatkan sekitar 1,7 juta orang, nyaris lebih dari separuhnya (48%) memilih nama "Fuleco". Sementara "Zuzeco" (31%) dan "Amijubi" (17%).

Nama "Fuleco" dinilai sejalan dengan tema besar FIFA dalam Piala Dunia 2014 tentang kesadaran akan lingkungan. Dalam sebuah jaring pendapat, FIFA menyebutkan, 90% persen masyarakat Brasil juga setuju dengan pemilihan tema tersebut dan karakter "Fuleco" pun juga dinilai sangat cocok dengan tema lingkungan.

"Fuleco" sendiri sejatinya adalah seekor armadillo (Tolypeutes tricinctus) atau sejenis trenggiling yang sudah terhitung langka dan hidup di wilayah benua Amerika. Di Brasil, Armadillo hidup di daerah kering bagian timur laut dan terancam punah karena habitatnya rusak.

Tradisi maskot dalam Piala Dunia dimulai sejak Piala Dunia 1966 di Inggris. Kala itu Inggris memilih maskot yang merupakan seekor singa dengan nama "World Cup Willie". Hingga kemudian di Piala Dunia 2010 teranyar di Afrika Selatan lalu, ada nama "Zakumi" yang merupakan seekor leopard (macan tutul) dengan rambut nyentrik berwarna hijau.

Kini giliran "Fuleco" yang hadir sebagai maskot dalam turnamen sepakbola sejagat empat tahunan tersebut.


Sumber : http://www.surgaberita.com

Duh! Konsumen Keluhkan iPhone 5 'Reject'

Jumat, 28 September 2012



Jakarta - Isu negatif yang tengah menghantam Apple tak cuma soal Apple Maps. iPhone 5 juga ikut jadi sasaran tembak setelah beberapa handset yang sampai ke tangan pengguna ditemukan dalam kondisi tidak mulus.

Tak pelak, suara-suara kekecewaan dilontarkan para pembeli iPhone 5 yang 'kurang beruntung' itu di internet dan forum online. Sebab mereka bak mendapatkan produk reject yang tidak lolos quality control.

Dilansir dari MacRumors, keluhan yang diutarakan sebagian besar didominasi oleh goresan (scratch) yang muncul di bodi perangkatnya. Mulai dari punggung hingga bagian tepi layar (bezel). Padahal produk itu baru dibeli.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari Apple. Yang pasti, para pembeli iPhone 5 yang kecewa itu juga mengeluarkan kicauan ketidakpuasan di Twitter.

"Baru saja membuka boks #iPhone5 dan menemukan goresan di bagian kiri atas perangkat ini. Berani sekali seseorang di China (pabrik Foxconn selaku perakit iPhone 5-red.) melakukan pengrusakan terhadap iPhone-ku ini," geram pengguna bernama @iheijoushin.

Keluhan serupa juga diutarakan oleh Erica Schoonmaker. "Gasp! Ada goresan kecil di iPhone 5 saya," keluhnya.

Berikut goresan-goresan yang mengganggu pembeli iPhone 5 tersebut seperti dilansir Daily Mail.




(ash/eno) -- inet.detik.com

SSB ISA Tahan Brasil dan Tundukkan Osaka

Jumat, 27 Juli 2012


SSB ISA yang tampil di MBC Busan, setelah sebelumnya juara Kanga Cup.

Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Imran Soccer Academy (ISA) U-12 tampil gemilang pada hari pertama turnamen MBC Busan 2012 di Korea Selatan, Jumat (27/7/2012), setelah menahan tim Brasil 1-1 dan mengalahkan Tim Osaka 2-0.

Dengan hasil ini, tim yang bermarkas di Cibubur Jawa Barat ini mampu mengumpulkan empat poin dan untuk sementara memimpin klasemen Grup B. Di bawah SSB ISA adalah Osaka dan Namhae dengan tiga poin dan Brasil dengan satu poin.

Setelah menyelesaikan dua pertandingan dalam satu hari, Alwan Kurnia Ramadhani dan kawan-kawan masih menyisakan satu pertandingan di babak penyisihan yaitu melawan tuan rumah yaitu Tim Namhae.

"Kami masih menyisakan satu pertandingan, yaitu melawan tuan rumah. Jadi, kami tidak boleh puas dulu dengan hasil sebelumnya. Yang jelas perjuangan masih panjang," kata Manajer SSB ISA, Zuchli Imran Putra, saat dikonfirmasi dari Jakarta.

Menurut dia, melawan tim tuan rumah bukan hal yang mudah bagi tim yang baru saja menjuarai turnamen Kanga Cup 2012 di Australia itu. Menghadapi tuan rumah akan jauh lebih berat. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada pemain untuk bermain maksimal.

"Kami pantang meremehkan pertandingan besok meski kami hanya butuh hasil seri. Kami meminta pemain untuk bermain maksimal," kata pria yang juga anggota Komite Disiplin PSSI itu.

Imran mengatakan, hasil dua pertandingan yang telah dijalani membuat percaya diri pemain meningkat. Kondisi ini sangat menguntungkan untuk menjalani pertandingan berikutnya.

Saat melawan Brasil, kata dia, Yuri dan kawan-kawan bermain maksimal bahkan mampu unggul terlebih dahulu. Hanya saja kemenangan yang telah di depan mata harus kandas setelah Brasil menyamakan kedudukan lewat tendangan penalti. Setelah itu, SSB ISA mengebrak di pertandingan kedua dengan mengalahkan Tim Osaka, 2-0.

"Semangat pada hari pertama harus berlanjut di pertandingan selanjutnya. Kami mohon dukungannya," harapnya.

Turnamen MBC Busan 2012 di Korea Selatan diikuti 11 tim yang terbagi dalam tiga grup. Grup A berisikan Korea Selection, Taiwan, Spanyol, dan Kazakstan. Grup B berisikan Brasil, Osaka, Namhae, dan Indonesia. Sedangkan Grup C dihuni oleh Timor Leste, Nagoya Jepang, dan Madagaskar. (ANT)

Zidane: Shalat Membuat Hatiku Terasa Tenang

Jumat, 15 Juni 2012


Zidane: Shalat Membuat Hatiku Tenang
Tidak ada yang meragukan bila Zinedine Yazid Zidane adalah pesepakbola Muslim tersukses di Eropa, bahkan dunia. Meski cukup banyak pesepakbola Muslim yang sukses mengadu nasib di liga-liga Eropa, tapi belum ada yang mampu menyamai prestasi Zidane di kancah sepak bola Benua Biru.
Ya, tak sedikit yang memuji penampilan Zidane. Bahkan Direktur Teknik UEFA, Andy Roxburgh menyanjung pria keturunan Aljazair tersebut adalah produksi dari surga. "Saya percaya di kepalanya (Zidane) ada tulisan 'made in heaven'. Dia benar-benar anugerah dari Tuhan," ujar Andy di satu kesempatan.
Eks pengatur serangan Les Bleus ini dikenal sebagai pemilik gaya menggiring bola sembari meliukkan badan. Tidak seperti Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo yang ketika mendapat peluang langsung menggiring si kulit bundar menusuk ke jantung pertahanan lawan kemudian menceploskan bola. Zidane tampil laiknya maestro seniman lapangan dengan memperagakan penampilan elegan dan indah. Namun, lawan dibuat tidak berkutik lantaran sulit merebut bola dari kakinya.
Pria yang kini menjabat Direktur olahraga Real Madrid ini merupakan sosokplaymaker yang sempurna bagi klub maupun timnas. Pada masanya, hanya Ronaldo Luiz Nazario de Lima yang dapat dikatakan sejajar dengannya. Pria berkebangsaan Prancis itu mampu mengolah bola dengan baik dan memberikan operan maut yang bisa menembus pertahanan lawan.
Kemampuannya mengocek bola membuat lawan terpana, sebab seolah-seolah bola lengket di kakinya. Alhasil hampir semua kejuaraan, baik di klub maupun timnas berhasil direbut mantan pemain Juventus ini. Tak heran bila Zidane mampu meraih gelar tiga kali Pemain Terbaik Dunia FIFA (1998, 2000, dan 2003).
Pecinta sepakbola dunia pasti masih ingat dengan partai puncak Liga Champions 2001/2002, yang mempertemukan Madrid kontra Bayer Leverkusen. Skor ketika itu sama kuat, 1-1. Menerima umpan dari Roberto Carlos yang menyisir sisi kanan pertahanan Leverkusen, Zidane melakukan tendangan first time dan membuat kedudukan menjadi 2-1. Madrid meraih gelar Liga Champions kesembilan. Gol tersebut dinilai gelandang Chelsea dan Timnas Inggris, Frank Lampard sebagai gol terbaik sepanjang masa.
Meski capaiannya di lapangan luar biasa, namun Zidane tidak lupa untuk memposisikan dirinya sebagai seorang Muslim. Ia disebut-sebut sebagai atlet dunia yang taat menjalankan kewajiban shalat lima waktu. Dengan menunaikan perintah yang menjadi tiang agama tersebut maka Zidane mengaku penampilannya di lapangan bisa semakin baik. “Shalat adalah sumber kekuatanku. Karena setelah shalat, hati serasa tenang,” tandas pria berkepala plontos tersebut.
Prestasi Zidane:
Scudetto Liga Italia Serie-A musim 1996/1997 dan 1997/1998 bersama Juventus
Piala Dunia 1998 bersama Timnas Prancis
Piala Eropa 2000 bersama Timnas Prancis
Liga Champions 2002 bersama Real Madrid
Piala Toyota (sekarang Piala Dunia Antarklub) pada 1996 (bersama Juventus) dan 2002 (Bersama Madrid)
La Liga Spanyol musim 2002/2003 bersama Madrid
Runner Up Piala Dunia 2006 bersama Timnas Prancis
Pemain Terbaik Dunia FIFA pada 1998, 2000, dan 2003.
Pemain Terbaik Eropa pada 1998
[http://www.republika.co.id]

Mikel: "Saya Tahu Robben Akan Gagal"

Kamis, 31 Mei 2012


John Obi Mikel tahu bahwa Arjen Robben bakal mengeksekusi penalti. Dari mana Mikel tahu? Sebelum Robben menendang, ia mengaku sedikit memberikan mind-games.

Laga final Liga Champions memasuki menit ke-93 ketika Didier Drogba melakukan pelanggaran terhadap Franck Ribery. Bayern Munich pun mendapatkan hadiah penalti karenanya. Dalam kedudukan 1-1 dan laga sudah memasuki babak extra-time, penalti tersebut bisa saja menjadi penentu kemenangan Die Roten.

Sial bagi Bayern, Robben yang ditunjuk menjadi algojo penalti gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Sepakan penalti gelandang asal Belanda tersebut berhasil ditepis oleh Petr Cech. Pendukung Chelsea pun bersorak.

"Saya bilang kepadanya bahwa dia akan gagal," ujar Mikel kepada mantan rekan setimnya itu seperti dilansir Telegraph.

"Saya mendatanginya dan bilang kepadanya, Petr Cech tahu ke mana ia akan menendang, jadi tendanganmu akan gagal," lanjut Mikel.

Laga kemudian dilanjutkan ke babak adu penalti. Dua penendang Bayern, Ivica Olic dan Bastian Schweinsteiger gagal. Sementara dari kubu Chelsea hanya Juan Mata yang gagal. The Blues pun keluar sebagai pemenang setelah sepakan Drogba tak mampu dihalau oleh Manuel Neuer.
http://sport.detik.com/

Kiper Cerdas di Timnas Ceko

Rabu, 23 Mei 2012


 
Bagi sebuah tim yang barisan depannya tidak terlalu tajam, seperti tim nasional Ceko, barisan pertahanan menjadi tumpuan kekuatan tim. Beruntung bagi tim Ceko, mereka memiliki kiper luar biasa seperti Petr Cech di bawah mistar gawang.

Kiper kelahiran Plzen yang baru merayakan ulang tahun ke-30 pada 20 Mei lalu itu bukan saja sangat berpengalaman tetapi juga tangkas dan mau terus mempelajari kekuatan musuh. Semangat terus belajar yang dimiliki Cech terbukti membantunya menyelamatkan gawang Chelsea dari tendangan penalti pemain Bayern Muenchen. Chelsea akhirnya meraih trofi Liga Champions untuk pertama kalinya.

”Saya mempelajari tendangan-tendangan penalti pemain Muenchen. Kecenderungan arah dan sudut tendangannya saya ingat-ingat sehingga berguna untuk menyelamatkan gawang Chelsea. Setelah berhasil menahan tendangan Arjen Robben, saya semakin percaya diri di adu penalti,” kata pemain bertinggi 1,96 meter itu.

Kepahlawanan Cech juga ditunjukkannya saat Chelsea menekuk Barcelona di semifinal Liga Champions 2012. Sebelum bertanding, Cech mengaku selalu mempelajari pola serangan dan tendangan penalti pemain Barca sehingga membantunya mengantisipasi serangan.

Sikap mau belajar semacam itu yang diminta Pelatih Ceko Michal Bilek dari Cech saat berlaga di Piala Eropa pada Juni nanti. Cech menjadi benteng terakhir Ceko menghadapi Rusia, Polandia, dan Yunani.

”Cech bermain sangat hebat pada Piala Eropa 2004 saat kami menembus semifinal. Sampai kini permainannya masih menawan, terutama di momen-momen kritis,” kata Bilek.

Cech memulai karier profesionalnya pada usia 17 tahun di FK Chmel Blšany, 1999. Dua tahun berikutnya, ia pindah ke Sparta Praha (2001-2002), ke Rennes (2002-2004), dan ke Chelsea sejak 2004 sampai kini.

Momen terburuk Cech adalah saat kepalanya terbentur lutut Stephen Hunt saat Chelsea melawan Reading, 14 Oktober 2006. Tengkorak kepalanya retak dan sejak itu kiper terbaik Liga Champions musim 2004- 2005 dan 2006-2008 itu harus memakai helm seperti pemain rugbi.

Cech bergabung dengan tim Ceko sejak 2002 dan sudah 89 kali tampil untuk negerinya. Kini, Cech bertugas meloloskan Ceko ke putaran kedua Piala Eropa dan membalas dendam atas Yunani yang mengalahkan mereka di semifinal Piala Eropa 2004. (Caesar Alexey)



[kompas.com]

Neuer Ambil Penalti Karena Pemain Lain Kurang Pede

Minggu, 20 Mei 2012


Kiper Manuel Neuer menjadi salah satu algojo Bayern Munich dalam babak adu penalti lawan Chelsea. Bukan untuk gaya-gayaan karena pemain Bayern lain, termasuk Arjen Robben, ternyata tak bersedia akibat kurang percaya diri.
Neuer menjadi penendang ketiga Bayern saat adu tos-tosan dengan Chelsea di final Liga Champions, Minggu (20/5/2012) dinihari WIB, yang harus dilakukan setelah kedua tim terus bermain imbang 1-1.

Sepakan si penjaga gawang memang berhasil menjebol gawang Chelsea yang dikawal Petr Cech. Namun, kemunculan Neuer tersebut tak ayal cukup mengejutkan mengingat pemandangan tersebut kurang lazim.

"Beberapa pemain saya merasa tidak cukup percaya diri untuk mengambil penalti. Mereka kelelahan setelah bermain 120 menit. Anda tak bisa memaksa siapapun untuk mengambil penalti," tukas Pelatih Bayern Jupp Heynckes diReuters.

Heynckes kemudian menyebut bahwa salah satu pemain yang tidak bersedia mengambil penalti itu adalah Robben, pemain yang sebenarnya amat terbiasa jadi algojo Bayern--ia juga sempat mengambil tendangan penalti yang gagal diselesaikan di paruh pertama babak extra time.

"Ia merasa tidak cukup percaya diri untuk maju. Itu mengapa Neuer maju mengambil penalti. Ini dapat dipahami. Itu sah-sah saja dan saya perlu tahu itu," lanjutnya.

Pada akhirnya Bayern kalah 3-4 di babak adu penalti dan Chelsea pun tampil jadi kampiun Liga Champions musim ini.

http://sport.detik.com/

Chelsea Tampil Sebagai Juara Liga Champions

Munich - Chelsea tampil sebagai juara Liga Champions musim 2011/2012. Setelah hingga 120 menit kedudukan tetap 1-1, The Blues mengalahkan Bayern Munich lewat drama adu penalti dengan skor 4-3.

Bayern tampil dominan dalam laga di Allianz Arena, Minggu (20/5/2012) dinihari WIB. Situs resmi UEFA menulis Die Roten unggul penguasaan bola hingga 55 persen.

Bayern juga lebih banyak mendapatkan peluang dengan melepaskan 35 tembakan, dengan tujuh di antaranya tepat sasaran. Sementara Chelsea cuma bisa menembak sembilan kali dan tiga di antaranya on target.

Bayern lebih dulu unggul pada menit ke-83 melalui tandukan Thomas Mueller. Dua menit sebelum waktu normal berakhir, Chelsea membalas lewat gol Didier Drogba sekaligus memaksakan digelarnya babak extra time.

Karena tak ada gol tambahan di babak perpanjangan waktu, adu penalti pun harus dilakukan. Di sinilah dewi fortuna lebih menaungi Chelsea

David Luiz, Frank Lampard, Ashley Cole, dan Drogba sukses memperdayai Neuer. Hanya Juan Mata yang tak bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

Sementara itu, dari lima penendang Bayern, hanya Philipp Lahm, Mario Gomez, dan Neuer yang sukses. Ivica Olic dan Bastian Schweinsteiger gagal.

Ini adalah gelar Liga Champions pertama sepanjang sejarah Chelsea. Sebelumnya, pencapaian terbaik mereka adalah final tahun 2008.

Bagi Bayern, kekalahan ini membuat mereka tetap mengumpulkan empat gelar, yakni pada edisi 1974, 1975, 1976, dan 2001.

( mfi / roz ) 
http://sport.detik.com

EA Secara Resmi Meluncurkan Game Piala Eropa 2012

Sabtu, 28 April 2012


Headline

Electronic Arts selaku pemegang lisensi resmi meluncurkan Video game Piala Eropa 2012.

Gelaran Piala Eropa 2012 akan dimulai pada 8 Juni nanti dengan Polandia dan Ukraina sebagai tuan rumahnya. Sebanyak 53 tim nasional bakal saling bertarung demi memperebutkan gelar sebagai jawara terbaik Eropa.

Sebagaimana dilansir gamershell.com, Electronic Arts selaku pemegang lisensi resmi meluncurkan Video game Piala Eropa 2012 pada Kamis (25/4/2012) waktu setempat.

Para gamers dapat bertarung dengan menggunakan negara favoritnya masing-masing secara online di ajang Piala Eropa 2012 dari fase grup hingga final.

Selain itu, para gamers juga dapat menyaksikan cerita perjalanan tim-tim kesayangan meraka dari babak kualifikasi hingga menggapai satu jatah tiket berlaga di piala Eropa 2012 kali ini.

Saat ini, game tersebut sudah tersedia di Amerika Utara dan Eropa. Bagi para gamers yang memiliki aplikasi FIFA 12 di komputer, PS3, dan Xbox 360 dapat langsung memainkan game ini dengan cara membeli secara digital.

[sangatuniksekali.blogspot.com]

Jika Chelsea Juara, Terry Tak Bisa Angkat Trofi

Kamis, 26 April 2012

London - John Terry harus absen di partai final Liga Champions kontra Bayern Munich. Namun, jika Chelsea akhirnya juara, Frank Lampard ingin Terry lah yang mengangkat "Si Kuping Besar" pertama kali.

Terry mendapat kartu merah di leg kedua semifinal kontra Barcelona dua hari lalu, karena ia menendang dengan lutut Alexis Sanchez ketika tidak sedang terjadi perebutan bola.

Alhasil Terry pun harus menerima skorsing satu laga dan ia pun tak bisa berjuang bersama rekan-rekannya di Alianz Arena 19 Mei mendatang melawan Bayern Munich. Pada saat Terry dikartu merah, Chelsea tengah tertinggal 0-1.

Sebuah penyesalan tentunya untuk Terry mengingat partai final ini bisa jadi ajang untuk menghapus "dosa" empat tahun lalu saat ia gagal mengeksekusi penalti di babak tos-tosan dan Chelsea pun kalah dari Manchester United di final Moskow 2008.

Maka jika nanti Chelsea benar-benar menjadi pemenang di partai itu, maka Lampard (yang akan mengenakan ban kapten di laga final) mengharapkan Terry bisa hadir saat penyerahan trofi dan mengangkat untuk pertama kalinya, karena status Terry sebagai kapten tim.

"Aku merasa menyesal untuk JT. Dia adalah pemain penting untuk klub ini dan poin utamanya adalah dia itu kapten. Beberapa pemain akan absen di final, tapi khusus untuk John kita tahun kenapa ini sangat berarti untuknya," tukas Lampard di Soccernet.

Tapi sayang harapan Lampard boleh tak akan kesampaian karena menurut peraturan UEFA, pemain yang terkena skorsing tetap mendapatkan medali, tapi tidak boleh duduk di bangku cadangan dan tidak boleh ikut saat presentasi trofi.

Hal ini terjadi saat MU menjadi juara Liga Champions tahun 1999, di mana kaptennya Roy Keane absen di laga final dan ia tak mengikuti saat trofi diberikan kepada 'Setan Merah' di tengah lapangan.

"Dia sangat kecewa dan sangat sulit untuk mengihiburnya pada hari Selasa lalu, tapi dia akan bersama kami saat final dan mudah-mudahan kami bisa memenanginya sebagai tim. Saya tidak ingin mengangkat trofi itu. Saya hanya ingin menjadi bagian dari tim yang memenangi Liga Champions dan jika kami melakukannya, semua orang bisa mengangkat trofi itu," pungkasnya.



http://sport.detik.com

Casillas: Adu Penalti Itu Selalu Seperti Lotre

Madrid - Dua penyelamatan Iker Casillas di babak adu penalti tidak cukup membawa Real Madrid ke final Liga Champions. Madrid tetap dikalahkan Bayern Munich lewat drama adu penalti yang disebut Casillas memang seperti undian.

Partai semifinal Liga Champions antara Madrid kontra Bayern mesti diselesaikan lewat babak adu penalti setelah kedua kesebelasan berimbang 3-3 secara agregat.

Agregat itu sendiri lahir menyusul kemenangan 2-1 Bayern di laga leg I pekan lalu dan kemenangan 2-1 Madrid di partai leg II di Santiago Bernabeu, Kamis (26/4/2012) dinihari WIB.

Di dalam babak adu tos-tosan tersebut, Casillas berhasil dua kali menepis tendangan pemain lawan, yakni Toni Kroos dan Phillip Lahm. Jumlah itu setara dengan dua penyelamatan yang dilakukan kiper tim lawan, Manuel Neuer.

Akan tetapi, nasib tidak berpihak kepada Casillas cs. Casillas, yang menjadi pahlawan timnas Spanyol ketika menyingkirkan Irlandia di Piala Dunia 2002 dan mengalahkan Italia di Piala Eropa 2008 sebagaimana dicatat Infostrada Live, kali ini tampil di kubu tim yang kalah.

"Itu adalah pertandingan yang seru, tapi pada akhirnya penalti selalu seperti lotre. Kami tidak perlu terlalu memikirkannya. Kami bermain sangat baik, bikin peluang, dan banyak mengoperkan bola," kata Casillas di Reuters.



sport.detik.com

Lewat Adu Penalti, Bayern Taklukkan Madrid


Bayern Munich lolos ke final Liga Champions usai menyingkirkan Real Madrid lewat babak adu penalti, usai kedua tim terus-menerus berimbang 3-3 secara agregat. Di babak adu tos-tosan, Bayern menang 3-1.

Di Santiago Bernabeu, Kamis (26/4/2012) dinihari WIB, tiga gol sudah tercipta di paruh pertama laga. Madrid sang tuan rumah memulai dengan baik dan sudah memimpin di menit ke-6 lewat penalti Cristiano Ronaldo.

Keunggulan Madrid bertambah setelah Ronaldo bikin gol kedua pada menit 14. Bayern membalas melalui gol Arjen Robben dari titik putih pada menit 27. Maka skor pun jadi 2-1 untuk keunggulan Madrid, dengan agregat imbang 3-3 karena di leg I lalu Bayern juga menang dengan skor 2-1.

Di sisa waktu, baik waktu normal maupun perpanjangan waktu, tidak ada gol tambahan sehingga laga mesti memasuki babak adu penalti. Di sini Bayern akhirnya memastikan tiket ke final.

Dari empat penendang penalti Madrid, hanya Xabi Alonso saja yang berhasil sedangkan Ronaldo, Kaka, dan Sergio Ramos gagal menuntaskan tugas.

Sebaliknya dari Bayern cuma Toni Kroos dan Philipp Lahm saja yang gagal, sementara David Alaba, Mario Gomez, dan Bastian Schweinsteiger berhasil menjebol gawang Madrid.

Jalannya Pertandingan

Madrid menekan pada menit tiga. Dari sisi kanan Di Maria beraksi menembus pertahanan Bayern dan kemudian melepaskan umpan ke depan gawang. Khedira berhasil menyambutnya, meski bola hasil sepakannya masih mengarah tepat ke Neuer.

Madrid mendapatkan penalti pada menit lima usai tendangan Di Maria mengenai tangan Alaba. Ronaldo mengeksekusi penalti itu dan menyelesaikannya dengan baik.

Bayern mencatatkan peluang pada menit delapan. Aksi Alaba di kiri diakhiri dengan umpan ke depan gawang meski Robben gagal menuntaskannya.

Kesigapan Casillas diuji Gomez pada menit 12. Sepakannya masih bisa dihadang kiper Madrid itu dan peluang pun lenyap setelah Ribery juga gagal melakukan rebound.

Ronaldo membuat gol keduanya di menit ke-14. Menerima umpan terobosan dari Oezil, Ronaldo yang tidak terkawal dengan tenang mengirim bola melewati Neuer.

Bayern gantian mendapat penalti pada menit 26 usai Gomez dilanggar di kotak terlarang. Robben maju menjadi eksekutor dan mengirimnya ke dalam gawang Madrid meski Casillas bisa menebak arahnya dengan tepat.

Bayern dan Madrid saling serang di menit ke-31. Bayern lebih dulu menekan lewat Robben dan kemudian Madrid membalas lewat Benzema. Tapi skor belum berubah.

Gomez mendapat peluang bagus pada menit 34. Tidak terkawal usai menerima umpan dari Kroos, ia melepaskan tembakan ke arah gawang Madrid. Namun, Casillas dengan sigap menghadang bola dengan kakinya.

Menyusul sebuah pelanggaran terhadap Di Maria pada menit 36, Madrid mendapatkan tendangan bebas di luar kotak penalti. Ronaldo mengambilnya tetapi bola tendangannya masih mengarah tepat ke Neuer.

Bayern mendapatkan peluang di menit akhir babak pertama menyusul sebuah pelanggaran di tepi kotak penalti Madrid. Robben mengambil tendangan bebas dan mengirim bola tepat ke gawang Madrid meski Casillas dengan sigap mengamankan.

Peluang untuk Madrid lahir pada menit 56 setelah Benzema lolos dari jebakan offside. Dari sisi kiri arah gawang, ia melepaskan tembakan ke gawang Bayern dengan Neuer masih sigap menepisnya.

Robben berhasil membongkar pertahanan Madrid dari sisi kanan pada menit 67. Namun, Casillas dengan cepat menutup ruang dan berhasil mengamankan bola.

Setelah tak kunjung ada gol tambahan sampai berakhirnya babak kedua, membuat agregat jadi 3-3, pertandingan mesti memasuki babak perpanjangan waktu.

Relatif tidak ada peluang nyata untuk kedua kesebelasan di babak perpanjangan waktu sehingga pertandingan pun harus dituntaskan lewat babak adu penalti.

Di babak adu penalti, Bayern unggul 1-0 setelah Alaba bikin gol dan Madrid gagal menyamakan melalui Ronaldo yang sepakannya bisa dihentikan Neuer.

Bayern memperbesar keunggulan setelah gol Gomez gagal dibalas Kaka yang sepakannya digagalkan Neuer.

Penendang ketiga Bayern, Kroos, gagal menunaikan tugas setelah bola sepakannya dihadang Casillas. Xabi Alonso lantas memperkecil ketinggalan Madrid lewat golnya.

Bayern kembali gagal di penendang keempat usai Casillas menahan bola tendangan Lahm. Namun, Madrid tidak kuasa kembali mengikis ketinggalan karena bola sepakan Ramos melambung.

Schweinsteiger akhirnya memastikan kemenangan Bayern usai bola sepakannya bersarang di dalam gawang Madrid.

Susunan Pemain:

Real Madrid: 1-Iker Casillas; 17-Alvaro Arbeloa, 4-Sergio Ramos, 3-Pepe, 12-Marcelo; 14-Xabi Alonso, 6-Sami Khedira; 22-Angel Di Maria (8-Kaka 75), 10-Mesut Oezil (11-Esteban Granero 111), 7-Cristiano Ronaldo; 9-Karim Benzema (20-Gonzalo Higuain 106) 

Bayern Munich: 1-Manuel Neuer; 21-Philipp Lahm, 17-Jerome Boateng, 28-Holger Badstuber, 27-David Alaba; 31-Bastian Schweinsteiger, 30-Luiz Gustavo; 10-Arjen Robben, 39-Toni Kroos, 7-Franck Ribery (25-Thomas Mueller 95); 33-Mario Gomez 


sport.detik.com

Gol CR7 Membawa Kemenangan bagi El Real di Camp Nou

Minggu, 22 April 2012

Gol CR7 Bawa Madrid Bantai Barca 2 - 1
Barcelona - Real Madrid memetik kemenangan tipis dengan skor 2-1 dalam lawatan ke Barcelona. Sempat sama kuat 1-1, gol penentu kemenangan El Real dalam pertandingan tersebut dibuat Cristiano Ronaldo.

Di Camp Nou, Minggu (22/4/2012) dinihari WIB, Madrid unggul lebih dulu melalui Sami Khedira di menit 17. Barcelona harus menunggu lama untuk bisa menyamakan kedudukan, karena skor baru berubah jadi 1-1 di menit 70 lewat gol pemain pengganti Alexis Sanches.

Tapi kondisi 1-1 tersebut tak bertahan lama. Di menit 73, lewat sebuah serangan balik, Ronaldo berhasil memperdaya Victor Valdes dan mencetak gol yang mengubah kedudukan jadi 2-1.

Kemenangan ini melebarkan jalan Madrid untuk merebut gelar juara Liga Spanyol. Iker Casillas cs kini unggul tujuh angka atas Carles Puyol dkk, sementara La Liga Primera tinggal menyisakan empat pertandingan lagi.

Skor 2-1 ini juga menandai kemenangan pertama Jose Mourinho di Camp Nou sejak mulai membesut Real Madrid. Buat Barca ini menjadi kekalahan pertama di kandang sepanjang musim ini.

Jalannya Pertandingan

Madrid lebih dulu punya peluang bikin gol melalui Ronaldo di menit kelima. Tendangan sudut Khedira disambut CR7 dengan kepalanya, bola yang mengarah ke tiang jauh ditepis Victor Valdes keluar lapangan.

Dua menit kemudian gantian Iker Casillas membuat penyelamatan gemilang. Dia keluar dari sarangnya untuk menghentikan laju Daniel Alves, yang berhasil mencuri bola dari kaki pemain bertahan El Real.

Gol Madrid! Tim tamu membuka keunggulan di menit 17 melalui Khedira. Dari tendangan sudut, Pepe berhasil menanduk bola ke arah gawang. Valdes masih bisa menepis si kulit bundar, namun gagal mengamankan dengan sempurna.

Carles Puyol tepat berada di tempat jatuhnya bola untuk bisa segera membuangnya. Namun belum sempat dia lakukan, Khedira lebih dulu menjulurkan kakinya untuk mencetak gol.

Memasuki menit 27 Barcelona punya peluang matang untuk menyamakan kedudukan. Berhadapan satu lawan satu dengan Casillas usai dapat umpan cantik dari Messi, sepakan Xavi tipis melebar.

Sebelum turun minum Madrid nyaris menggandakan keunggulannya melalui serangan balik yang lakukan Mesut Oezil. Mampu menusuk sampai kotak penalti, pesepakbola asal Jerman itu gagal mengumpan bola karena dihadang Javier Mascherano.

Di awal babak kedua Barcelona masih gagal menembus pertahanan Madrid. Permainan disiplin Sergio Ramos dkk sukses meredam agresivitas The Catalans.

Peluang pertama Barca di babak kedua ini baru datang di menit 68, saat tendangan Tello dari dalam kotak penalti melayang sangat jauh dari sasaran. Namun dua menit kemudian tuan rumah akhirnya mampu mencetak gol penyama.

Baru hitungan detik masuk lapangan untuk menggantikan Xavi, Alexis langsung mencatatkan namanya di papan skor. Diawali kemelut di kotak penalti Madrid, dia akhirnya bisa menjebol gawang Casillas dari jarak dekat.

Namun kegembiraan publik Camp Nou tak bertahan lama karena dua menit berselang gawang Valdes kembali jebol. Dapat umpan terukur dari Oezil, Ronaldo dengan tenang memperdaya Valdes dan mengubah skor jadi 2-1.

Di menit terakhir pertandingan, Ronaldo nyaris mencetak gol keduanya dalam laga tersebut. Dapat umpan dari sisi kanan, sepakannya di muka gawang justru membuat bola melayang tinggi.

Susunan Pemain

Barcelona: Victor Valdes, Carles Puyol, Javier Mascherano, Adriano ('74 Pedro), Dani Alves, Sergio Busquets, Thiago, Xavi ('69 Alexis Sanchez), Andres Iniesta, Lionel Messi, Cristian Tello ('81 Fabregas)

Real Madrid: Iker Casillas, Sergio Ramos, Pepe, Fabio Coentrao, Alvaro Arbeloa, Sami Khedira, Xabi Alonso, Cristiano Ronaldo, Angel Di Maria ('74 Esteban Granero), Karim Benzema ('90 Higuain), Mesut Oezil ('89 Jose Maria Callejon)

( din / krs ) sport.detik.com

Dortmund di Ambang Juara, Gladbach Bertekad Menghalanginya

Sabtu, 21 April 2012


FOTO:AFP/Patrik Stollarz
Dortmund - Cukup satu kemenangan lagi, maka Borussia Dortmund akan ditahbiskan menjadi juara Bundesliga Jerman musim ini. Tapi, Borussia Moenchengladbach bertekad menghalanginya.

Dortmund kini memimpin klasemen dengan keunggulan delapan angka atas Bayern Munich. Dengan tiga laga tersisa menuju akhir musim, Shinji Kagawa dkk. hanya tinggal butuh tiga poin lagi untuk menjadi juara.

Penentuan itu akan terjadi di Signal Iduna Park, Sabtu (21/4/2012) waktu setempat, di mana mereka akan menghadapi Gladbach, yang kini berada di posisi empat klasemen sementara. Tapi, bukan berarti Gladbach bakal memberi jalan begitu saja.

Dengan selisih satu poin di belakang Schalke, yang berada di posisi ketiga, Gladbach butuh poin penuh juga. Tujuannya, supaya mereka bisa finis di urutan tiga besar dan bermain di Liga Champions musim depan.

"Tentu saja kita ingin finis di urutan tiga. Kami hanya tertinggal satu poin di belakang Schalke dan masih ada beberapa pertandingan lagi," ujar Marco Reus, pemain yang musim depan akan membela Dortmund, seperti dilansir AFP.

"Setahu saya, Dortmund sudah 99% menjadi juara. Selamat buat mereka."

"Tetapi, kami ingin mendapatkan tiga poin dan kami punya kesempatan besar untuk duduk di urutan tiga," tegas Reus.

Reus sendiri disebut sebagai lawan yang berbahaya oleh bek Dortmund, Neven Subotic. Bek asal Serbia itu bersyukur, musim depan Reus menjadi rekan mereka.

"Bermain melawannya adalah tantangan bagi pertahanan tim mana pun. Saya senang Marco akan bergabung dengan kami. Dia punya teknik bagus dan dia sangat cepat," ucap Subotic.

( roz / a2s ) 
sport.detik.com

20 Fakta Menarik dan Seru Tentang 'El-Classico'



El Clasico (bahasa Inggris: The Classic), juga dikenal sebagai El Derbi Español atau El Classic adalah nama generik yang diberikan untuk setiap pertandingan sepak bola antara FC Barcelona dan Real Madrid. Hal ini ditentang setidaknya (dan biasanya) bi-setiap tahun sebagai bagian dari kompetisi La Liga Spanyol, dengan maksimum sembilan pertandingan tahun, dengan dua tambahan di Copa del Rey, Liga Champions, dan Supercopa de España, dengan lain mungkin dalam UEFA Super Cup. Selain Final Liga Champions, itu adalah klub yang paling mengikuti pertandingan sepak bola di dunia, disaksikan oleh ratusan juta orang.


Persaingan itu muncul sebagai Madrid dan Barcelona adalah dua kota terbesar di Spanyol, dan dua klub adalah klub sepakbola paling berhasil dan berpengaruh di negeri ini. Real Madrid telah mengumpulkan 73 piala dan Barcelona 68, sementara Athletic Bilbao datang ketiga dengan 32 piala. Mereka kadang-kadang diidentifikasi dengan lawan posisi politik, dengan Real Madrid dan Barcelona mewakili nasionalisme dan nasionalisme Catalan Spanyol masing-masing.

1. Lebih dari sekedar batas geografi
Liverpool vs Everton, Arsenal vs Spurs, dan AC Milan vs Intermilan adalah pertandingan-pertandingan derby panas dan sarat emosi. Fakta ini tidak bisa dipungkiri. Walaupun tradisi dan emosi dari rivalitas mereka begitu luar biasa, namun secara fundamental, persaingan tersebut hanyalah sebatas daerah geografis. Persaingan kedua tim hanyalah karena mereka mempunyai markas yang berdekatan satu sama lain. Jadi demi menjaga gengsi dan mengukuhkan siapa yang paling hebat dalam wilayah yang sama, timbullah rivalitas. Namun, persaingan antara Barcelona dan Real Madrid melebihi batas-batas wilayah. Rivalitas mereka abadi, karena yang ikut bersitegang adalah ibu kota dengan daerah yang hendak merdeka.

2. Catalunya vs Castille
Barcelona dan Madrid merupakan dua kota terbesar di Spanyol. Hal itu saja sebenarnya sudah cukup untuk membentuk suatu rivalitas. Namun, mereka juga adalah tuan rumah dari dua daerah yang sangat berbeda baik secara kultur dan emosi. Dua kota tersebut juga menghasilkan dua ‘mahzab’ intelektual yang berbeda, dan tentu saja, berseberangan satu sama lain. Barcelona adalah Catalan, Madrid adalah Castillian. Orang-orang Catalan adalah masyarakat yang bebas, sedangkan Castille lebih seperti Keraton-nya Spanyol dan pusat pemerintahan. Perseteruan memuncak ketika Jenderal Franco, orang Madrid, yang beraliran fasisme, ingin ‘membasmi’ daerah Catalan. Jadi, ketika El Clásico digelar dan dimenangi Barcelona, ini merupakan kemenangan seluruh rakyat Catalunya dalam membebaskan diri dari tirani pusat. Jika yang menang adalah Real Madrid, berarti ini adalah kemenangan pemerintah dalam upaya menegaskan kekuasaannya.

3. “Everyone picks a side”
Pernyataan di atas adalah perseteruan ideologi, sosial, dan politik antara kebudayaan daerah yang ingin merdeka dengan pemerintah pusat yang kuat, dan tidak hanya melibatkan FC Barcelona dan Real Madrid, atau Catalunya dan Castille, tetapi juga seluruh masyarakat Spanyol. Ketika duel El Clásico berlangsung, dapat dipastikan, seluruh orang di Spanyol akan terbagi dua. El Clásico mempunyai fungsi yang ‘unik’ yaitu sebagai ‘pembatas transparan’ antara dua daerah dalam satu negara. Suporter dari klub lain, siapa pun mereka, akan memilih salah satu di antara Barcelona dan Real Madrid, berdasarkan kepentingan dan ideologi masing-masing, everyone (should) picks a side.

4. Merupakan anggota dari Liga Terbaik di dunia
Apapun konteks-konteks budaya yang terdapat pada duel El Clásico, tidak akan ada orang luar yang peduli pada pertandingan tersebut ia jika terdapat pada, misalnya, Liga Domestik Siprus. Tapi ini tidak. Duel tersebut berasal dari La Liga Primera, yang merupakan liga terbaik di dunia berdasarkan penilaian FIFA (dalam diskusi debate panjang lainnya, liga-liga lain mungkin saja muncul sebagai liga yang lebih baik, namun setidaknya La Liga adalah salah satu liga sepakbola terbaik di dunia), jadi seluruh perhatian insan sepakbola pasti tertuju ke sana.

5. Menampilkan dua klub terbaik dari La Liga

Tidak hanya gengsi, namun dominasi kedua tim di La Liga merupakan jaminan panasnya pertandingan ini. Karena kedua tim biasanya berada di pucuk klasemen, maka hasil dari El Clásico menjadi sangat menentukan siapa yang akan merajai liga pada akhir musim. AC Milan vs Intermilan mengkin adalah derby perseteruan dua klub papan atas Serie A, tetapi di sana juga terdapat Juventus dan AS Roma untuk disaingi. Sehingga, kadang-kadang, tifosi merasa pertandingan AC Milan vs Juventus atau Intermilan vs AS Roma menjadi sama krusialnya. Dan hal ini menjadikan signifikasi partai derby kota Milan agak berkurang. Lain halnya dengan Barcelona vs Real Madrid yang begitu menentukan. La Liga memang bukanlah pacuan dua ‘kuda’ saja, tetapi selalu ada dua kuda berwarna ‘merah biru’ dan ‘putih-putih’ yang ikut serta. Dua kuda ini juga belum pernah terdegradasi ke divisi bawah (dan sepertinya tidak akan pernah, baik itu karena kualitas maupun lobi politik mereka yang kuat di Spanyol).

6. Dan pemain-pemain terbaik di dunia
Karena Barcelona dan Real Madrid merupakan dua di antara klub-klub terkaya di dunia, mereka selalu dihuni oleh pemain-pemain terbaik pula. Misalnya, Lionel Messi cedera, Xavi Hernandez, Cesc Fabregas, dan lain-lain. Kita juga masih ingat Madrid pernah dihuni pemain sekelas Zidane, Ronaldo, Raúl, Figo, Beckham, dan Roberto Carlos yang bermain bersamaan. Ketika El Clásico berlangsung, kita seperti melihat uang ratusan jutaan dollar sedang ‘berlari-lari’ di atas lapangan.

7. Juga beberapa talenta lokal
Di samping belanja pemain-pemain kelas dunia tersebut, kedua tim juga dipenuhi oleh talenta-talenta lokal binaan kubu masing-masing. El Barça punya Valdés, Puyol, Xavi, dan Iniesta yang merupakan produk-produk dari akademi sepakbolanya, sedangkan Messi dan Giovanni adalah anak-anak muda yang bersekolah di Barcelona sejak kecil. Sedangkan Los Blancos punya Casillas  yang merupakan didikan akademi Madrid. Dan hebatnya, pemain-pemain ini adalah anggota timnas Spanyol. ‘Rasa’ lokal ini menjamin bahwa tak seorang pun di lapangan yang akan melupakan aspek-aspek budaya yang melatarbelakangi El Clásico. Arsenal mungkin diisi pemain-pemain muda bertalenta, namun nyaris tidak ada pemain asli Inggris di sana. Manchester United sekarang hanya tinggal menyisakan pemain tua seperti Giggs dan Scholes sebagai binaan asli mereka. Itulah bedanya dengan El Clásico.

8. Sejarah transfer yang ‘kontroversial’ antara kedua tim.
Sebagai dua klub terkuat dan terkaya di Spanyol, tak dapat dihindari, Barcelona dan Real Madrid akan berebut mendapatkan tanda tangan pemain top. Salah satu dari kasus tersebut adalah ketika kedua klub berniat mengontrak pemain River Plate, Alfredo Di Stefano pada tahun 1953. Transfer tersebut sangat kontroversial dan merupakan salah satu pemicu ‘kerasnya’ El Clásico. Sebuah kontrak janggal dilakukan ketika Di Stefano menandatangani proposal kedua klub sekaligus. Ia akan bermain dua musim untuk Real Madrid (yang menghubungi lebih awal) dan dua musim untuk Barcelona.

Namun, setelah melihat debut pertamanya di Real, El Barça setuju untuk melepaskan Di Stefano secara permanen. Hal ini masih menjadi perdebatan: Pertama, bahwa Barcelona melihat penampilan Di Stefano yang kurang menjanjikan dalam debutnya. Kedua, ada indikasi bahwa Barcelona ditekan oleh diktator Jenderal Franco yang pro-Madrid, yang mengancam akan memberlakukan larangan untuk pemain asing bermain di La Liga.

Tren ini pun terus berlanjut; kedua tim terus bersitegang untuk mendapatkan pemain-pemain top (seperti yang mereka lakukan pada David Beckham tahun 2003). Namun tidak ada yang lebih ‘menyakitkan’ selain ketika salah satu pemain dari tim ini hengkang ke tim lainnya, seperti yang terjadi pada Luis Enrique, yang pindah dari Madrid ke Barcelona, atau kasus Luis Figo pada tahun 2000, yang hijrah dari Azulgrana ke Los Merengues dan memecahkan rekor transfer (sebelum Zidane) sebesar 65 juta Euro. Dan ketika kembali ke stadion mantan klubnya, cemoohan, teriakan, bahkan lemparan kepala babi harus mereka terima. Semuanya karena atmosfir ‘neraka’ El Clásico.

9. Ukuran stadion
Santiago Bernabéu stadium

Camp Nou Stadium

Nama besar kedua klub ternyata juga didukung oleh besarnya stadion yang mereka miliki. Baik Camp Nou maupun Santiago Bernabéu merupakan stadion elit dan raksasa sehingga menjanjikan atmosfer yang luar biasa. Camp Nou bahkan merupakan stadion berkapasitas terbesar di Eropa, yaitu sanggup menampung 98.772 kursi. Sebelum direnovasi, stadion ini malah pernah terisi 200 ribu penonton dalam salah satu El Clásico. Sedangkan Santiago Bernabéu mampu menampung 80.400 Madridistas dan dinobatkan sebagai salah satu stadion berfasilitas terbaik di dunia.

10. Menghasilkan tontonan sepakbola yang berkualitas
Jika yang terjadi di lapangan adalah sebuah tontonan yang mengecewakan, semua poin di atas tidak ada artinya. Dan tanah Spanyol akan menjadi tempat yang menyedihkan jika semua orang menunggu-nunggu partai yang diadakan sekali dua tahun ini, hanya untuk menyaksikan pertandingan yang menyisakan buruk dan membosankan. Tapi tidak. Pertandingan El Clásico, secara tradisi, selalu mempertontonkan sepakbola berkualitas, menyerang, atraktif, penuh skill, dan aroma ‘membunuh’ yang dahsyat. Skor-skor menakjubkan, seperti 3-3, musim lalu di Camp Nou adalah contoh betapa alotnya pertandingan ini.

Fakta - Fakta Lain
  1. El Clasico di Spanyol untuk pertama kalinya dilangsungkan pada 17 Februari 1902.
  2. El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona tidak hanya terjadi di lapangan, tapi juga dalam bursa transfer. Kasus yang paling terkenal adalah perebutan Alfredo Di Stefano di tahun 50-an. Kedua tim sama-sama mengklaim telah mendaftarkan pemain legendaris Argentina itu sebagai pemain dan membayar transfer ke River Plate. FIFA akhirnya mengintervensi dan meminta kedua tim saling berbagi jatah musim untuk Di Stefano. Namun Barcelona memilih mundur dan Real Madrid membayar kompensasi kepada rival utamanya itu.
  3. Real Madrid dan Barcelona juga saling bersaing dalam hal jumlah suporter. Hasil riset terakhir Mei 2007, 32.8 persen fans sepakbola di Spanyol lebih berpihak pada Real Madrid, sementara 25.7 persen berkubu Barcelona.
  4. Di kompetisi domestik La Liga Spanyol, El Clasico dinihari nanti di Santiago Bernabeu menjadi edisi ke-160.
  5. Raul Gonzalez menjadi pemain yang paling sering mencetak gol di El Clasico. Total, dia sudah melesakkan 11 gol.
  6. Total ada 24 pemain yang saling bertukar klub dalam satu sesi transfer, baik itu dari Barcelona ke Real Madrid, atau Real Madrid ke Barcelona. Proses transfer yang paling menyita perhatian adalah Luis Enrique (Madrid ke Barca di tahu 1996) dan Luis Figo (Barca ke Madrid di tahun 2000).


Sumber : http://surgaberita.blogspot.com

See RIZK Project Channel on Youtube!

 

© Copyright ATOM Studios2012 | Dipakai Oleh Muhammad Rizki Utama | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.